Minggu, 31 Januari 2010 @ 16.37
Kau buatku bingung. Sungguh. Selama ini aku mencoba ngerti apa sih yang kamu mau. Apa sih yang gak kamu mau. Kucoba, ku rasa, dan kuingat dan mencoba tuk paham mengapa kau tak suka ini, semua harus gitu atau apapun jalan pikiran mu. Kucoba sejalan dengan kamu agar aku selalu buat mu nyaman dengan ku. Tapi tetap saja aku tak bisa, selalu saja ada belokan-belokan yang kadang membuat ku terpental dari jalan mu.
Kamu bilang aku tak kan bisa sejalan dengan mu karena kau pakai hati dan aku gunakan logika ku . AKU TAHU!! Karena kodrat kita memang begitu. Tapi aku coba ngerti kamu. Walaupun sebagian besar kugunakan logikaku untuk bertindak dan memutuskan sesuatu, itu tak berarti aku acuh kan hatiku. Hati ku belum terbunuh oleh logika dan ego ku. Oh tunggu, jangan jangan kau tak tahu aku punya hati juga? Hmmm…tak tahu atau tak peduli??
Kau bilang, “ pakai hati untuk bicara ke hati yang lain, karena hati hanya mengerti bahasa hati.” Aku mengerti. Aku mencoba tuk berbahasa dengan hati. Ketika ku mulai “fasih” berbahasa hati, ku tetap saja tak bisa mengerti kamu. Ternyata kamu tak memakai hatimu lagi karena kau tersakiti. Kamu pun memakai logika yang bahkan lebih logis dari yang aku gunakan sebelumnya.
Apa sih maumu? Aku harus gimana?? Apa aku harus berbicara 2 bahasa sekaligus untuk sejalan dengan mu. Atau memang pada akhirnya ku takkan bisa sejalan dengan mu walaupun ku berbicara 2 bahasa itu padamu?? Maaf jika aku salah. Hanya saja ku mulai berpikir dan menyimpulkan, KAU YANG TAK INGIN “BICARA” PADAKU
Jumat, 29 Januari 2010 @ 20.56
Sedikit Perhatian
Bukan ku lelah memberi
Sungguh, ku tak ingin berhenti
Ku hanya sedang ingin sendiri
Tanpamu, tanpanya, mereka apalagi
Kadang kita tak bisa terus memberi
Yang aku ingin disini
Kita saling berbagi
Bukan hanya dari satu sisi
Entah apa engkau sadari
Kita gak bisa terus begini
Entah apa engkau sadari
Kita mungkin saling menyakiti
Entah apa engkau sadari
Entahlah apakah engkau peduli
Jangan kita saling menyalahkan
Tak ada yang benar dan salah dalam perasaan
Aku juga tak ingin memberi mu beban
Permohonan maaf aku sampaikan
Mungkin aku berlebihan
Mungkin ku hanya,
Butuh sedikit perhatian
Jumat, 22 Januari 2010 @ 02.13
Aku benci kau yang begini
Ini bukan yang pertama kali
Kau mengingkari janji
Ini bukan yang pertama kali
Kau putuskan tuk pergi
Ku benci kau yang begini
Seperti ingin tapi tak ingin
Membawa terbang melayang tinggi
Lalu kau hempaskan lagi
Ku benci kau yang begini
Ingin selalu dimengerti
Tetapi tak mau mengerti
Entah apa engkau menyadari
Ku benci kau yang begini
Rabu, 20 Januari 2010 @ 21.43
Sesal ku
Pernah ku buat luka
Luka yang aku pernah terima
Ku merasa begitu hina
Ku tahu aku berdosa
Entah apa yang menutup mata ku
Hingga ku berpaling dari mu
Entah apa yang menyumbat telinga ku
Hingga ku acuh kan teriak mu
Maafkan aku
Jika ku terlalu melukaimu
Maafkan aku
Aku menyesal aku keliru
Tetapi,
Ku ingin kau tahu
Ku tak mungkin melepas mu
Walaupun ku harus bersimpuh padamu
Ku meminta sepenuh hatiku
Jangan pergi meninggalkan ku
Selasa, 19 Januari 2010 @ 01.32
Tanpa kamu aku bisa apa?
Apa kau sudah lupa
Kita pernah janji berdua
Untuk melewati ini semua
Dengan yakin kita bersama
Apa kau sudah lupa
Kau bilang kau pasti bisa
Dan aku juga kan berusaha
Dengan yakin kita bersama
Entahlah,
Aku merasa engkau berbeda
Benarkah engkau melupakan nya
Entah mengapa bagimu ini mudah saja
Ada apa ini sebenarnya???
Aku disini terus menerka
Mungkin aku buat mu terluka
Namun aku ingin kau tahu bahwa
Tanpa kamu Aku ini bisa apa ??
Kamis, 7 Januari 2010 @ 03.48
Tak sama lagi
Sempat berpikir tuk sudahi
Sempat berpikir tuk pergi
Sempat berpikir tuk sendiri
Tapi,
Kau tahu aku kembali
Kau tahu aku ingin perbaiki
Kau tahu aku berjanji
Tapi,
Memang semua tak sama lagi
Ku tahu mungkin kau masih benci
Atau Cuma tak mau terluka lagi
Ku coba mulai dari awal lagi
Tapi kau bilang tak bisa begini
Ku coba tuk selalu mengerti
Tapi kau seakan tak mau peduli
Maaf,
Aku gak nyaman lagi
Aku gak mau begini
Aku harus pergi
Aku gak mau terulangi
Kita saling menyakiti
Rabu, 6 Januari 2010 @ 23.09
Terbiasa
Akhirnya kau memilih nya
Ku coba ikut berbahagia
Melanjutkan hidup dengan dia
Dan meninggalkan ku pada akhirnya
Kau bilang pada awalnya
Kalian hanya teman saja
Tapi kutahu itu dusta
Karena matamu berkata berbeda
Kau tahu ku selalu ada
Dan kau beri rasa yang berbeda
Mungkin ku salah mengartikan nya
Dan terlalu cepat ku bilang cinta
Sudah lah… tak mengapa
Jangan kau merasa iba
Walau harusnya kau tahu ku terluka
Aku hanya butuh terbiasa
Ya, benar…TERBIASA
Untuk melanjutkan semuanya
Sabtu, 2 Januari 2010 @ 18.00
Mereka meneriaki ku gila
Padahal mereka tak tahu apa-apa
Mereka bilang aku autis
Bukankah mereka yang terlalu apatis
Mereka mentertawai ku yang ceroboh
Apa mereka pikir aku bodoh?
Mereka terlalu senang menerka
Tanpa mau banyak bertanya
Mereka selalu senang tertawa
Tanpa mau melihat orang lain terluka
Selasa, 22 september 2009 @23.50
Sejenak aku berfikir
Terbayang masa lalu bersamanya
Tak semua sedih
Tak semua bahagia
Kulanjutkan tuk berfikir
Merencanakan masa depan bersamanya
Tak kan selalu sedih
Tak kan selalu bahagia
Ku berhenti tuk berfikir
Menyadari aku saat ini
Memutuskan hidup tanpanya
Aku sedang sedih
Aku sedang bahagia
Aku mencoba tuk tidak berfikir
Tuk sekedar menyesali pilihanku
Hidup ku adalah pilihan ku
Pilihan untuk ku apakah
Aku sedih atau aku bahagia

